"What we need is not the will to believe but the will to find out."

October 07, 2006

The Real Dracul

Tulisan ini dulu dibuat waktu masih kerja nyantai di warnet tapi gak sempat di posting gara2 hd jebol, untung bisa disembuhin lagi, dari pada dibiarin lebih baik diposting sekaligus belajar menulis alur sejarah (gw sadar koq kronologisnya acak2an:D) sourcenya juga udah lupa semua, yg jelas ini hasil terjemahan sana-sini yg dirangkum. Tulisan ini cuman sekedar iseng aja sekaligus informasi kalo pangeran yg namanya drakula itu bener2 ada dan sama sekali nggak seperti yang disangka orang selama ini kalo Drakula itu minum darah dan awet muda seperti novelnya pak Bram..


Drakula/Vlad III dilahirkan sekitar bulan desember tahun 1431 di walachia, dia diberi nama Vlad (sama seperti nama ayahnya). dia mempunyai dua saudara lelaki, yg tertua bernama Mircea dan yang bungsu bernama Radu.
Drakula sendiri sebenarnya dilahirkan di Transylvania, orang turki menyebutnya dengan sebutan Kaziglu Bey, sedangkan walachia sendiri didirikan sekitar tahun 1290 oleh seorang transylvania bernama Radu Negru atau lebih dikenal dengan sebutan Basarab the Great (1310-1352), orang ini merupakan nenek moyang Drakula.

Pangeran Mircea yg dikenal dengan Mircea The Old merupakan kakek dari Drakula, memerintah Wallachia pada periode 1386-1418 tetapi pada waktu itu masih di bawah kekuasaan kerajaan Ottoman Turki, di wallachia pada saat itu terjadi perebutan kekuasaan antara 2 kubu yaitu keturunan Mircea dan pangeran Dan II, keturunan pangeran "Dan" selanjutnya di sebut Danesti

Mircea the Old mempunyai anak yg bernama Vlad II/Vlad Dracul (ini ayahnya Dracula) yg dilahirkan pada tahun 1390, dia dibesarkan oleh raja Sigismund dari Hunggaria.
Sigismund yg menjadi kaisar roma pada tahun 1410 ini mendirikan sebuah perkumpulan persaudaraan yg diberi nama "Order Of The Dragon" untuk melindungi katholik dan berperang melawan turki, Vlad termasuk dalam anggota ini dan putranya kelak Vlad III di kenal dengan sebutan Dracula, yg berarti "son of the dragon" di samping itu Dracul dalam bahasa rumania juga bisa diartikan sebagai iblis sehingga musuh2nya menyebutnya "son of the devil."



Sigismund akhirnya mengangkat Vlad sebagai gubernur transylvania, dia memegang jabatan dalam periode 1431-1435. Pada saat itu dia tinggal di Sighisoara.
Ayah Drakula sendiri sebenarnya tidak bermaksud untuk selamanya menjadi gubernur Transylvania, selama di Transylvania ini dia menghimpun kekuatan untuk merebut tahta Wallachia yang diduduki oleh Pangeran danesti yang bernama Alexandru I. Pada akhir tahun 1436 akhirnya Vlad berhasil membunuh pangeran Alexandru I, meninggalkan jabatanya sebagai Gubernur Transylvania yang diberikan oleh hunggaria dan menduduki tahta Wallachia dengan nama pangeran Vlad II.

Pada saat itu Vlad masih jadi pengikut Hunggaria tetapi sekaligus harus membayar upeti kepada Turki yang tak lain adalah musuh Hunggaria. Pada tahun 1442 Turki melancarkan invasi terhadap Transylvania, melihat hal ini vlad menghadapi dilema dan akhirnya mencoba untuk bersikap netral tidak berpihak pada Hunggaria maupun Turki, tetapi apa yg kemudian terjadi benar-benar tidak menguntungkan dirinya, pihak Hunggaria menuduhnya berkhianat dan mengusir dia berserta keluarganya keluar dari Wallachia. Seorang jendral dari hunggaria yg bernama Janos Hunyadi akhirnya menempatkan salah satu keturunan Danesti menjadi pangeran Walachia dengan nama Basarab II untuk menggantikan Vlad II.

Pada sat itulah Vlad II meminta bantuan pada sultan turki untuk merebut kembali tahta kerajaan Wallachia dari tangan Basarab. Tahun 1444 dia mengirimkan kedua putranya yaitu Dracula dan adiknya Radu ke turki untuk membuktikan loyalitasnya, saat itu Drakula muda masih berumur 13 tahun dan dia menghabiskan waktunya selama empat tahun ke depan di Adrianople Turki sebagai tawanan

Tahun 1444 Hunggaria dan Polandia berperang melawan Turki dan Vlad diminta untuk bergabung dengan pasukan perang suci.Sebagai seorang anggota Member of The Dragon Vlad merasa terpanggil oleh tugas ini tetapi di lain pihak dia juga tidak ingin membuat turki marah. Akhirnya dia mengirim putra pertamanya Mircea untuk menggantikan tempatnya dan akhirnya pasukan salib ini berhasil di hancurkan oleh tentara Turki, Pertempuran ini lebih dikenal dengan sebutan "Battle of Varna" pasukan Hunggaria dan Polandia di bawah Pimpinan Janos Hunyadi dan Wladislaus III of Poland serta beberapa negara Eropa lainya yang berjumlah 30.000 tentara pasukan berhasil dikalahkan Pasukan Turki dengan kekuatan 120.000 tentara di bawah pimpinan Sultan Murad II

Tahun 1447 Vlad dan Mircea Terbunuh, ada dugaan kuat bahwa Janos Hunyadi lah yang Merencanakan pembunuhan ini. Terbunuhnya Vlad dan Mircea serta keberadaan Drakula dan Radu di Turki membuat Hunyadi leluasa mengatur kekuasaan di Wallachia, dia kembali mengangkat keturunan Danesti Vladislav II untuk menduduki tahta Wallachia. Melihat hal ini pihak turki merasa kurang senang, mereka tidak suka melihat boneka Hunggaria menguasai Wallachia, akhirnya pada tahun 1448 pihak Turki mendukung Drakula/Vlad III, mereka mengirim drakula dan memberinya armada perang untuk merebut kembali Wallachia, pada saat itu dia masih berumur 17 tahun sedangkan adiknya Radu memilih untuk tetap tinggal di Turki.

Dengan Bantuan bala tentara Turki akhirnya Vlad III Drakula berhasil merebut tahta Wallachia. Tetapi sayangnya dia hanya bisa mempertahankan singgasananya itu hanya selama dua bulan sebelum akhirnya Janos Hunyadi merebut kembali tahta Wallachia dan mengangkat kembali Vladislav II sebagai Pangeran Wallachia, setelah itu Hunyadi mengasingkan Vlad III ke Moldavia.

Tiga tahun kemudian setelah kematian Pangeran Bogdan dari Moldavia Vlad III melarikan diri dari Moldavia menuju Transylvania, pada tahun2 ini pepatah yg mengatakan tidak ada musuh dan kawan yg abadi dalam politik benar2 terlihat jelas di sini. Saat itu secara tak terduga Vladislav II dari Wallachia memihak kepada turki, Hal ini membuat Janos Hunyadi marah besar karena merasa dikhianati oleh Vladislav II.
Hunyadi kemudian berbalik lagi mendukung Vlad III yg merupakan anak dari musuh besarnya Vlad Dracul, dia akhirnya membantu Vlad III yang berencana merebut tahta Wallachia dengan armada perangnya. Setelah pelarianya dari Moldavia Vlad III akhirnya menetap dan menjalankan tugas sebagai Gubernur Transylvania yang sebelumnya di jabat oleh ayahnya, disini dia menunggu saat yang tepat di bawah perlindungan Janos Hunyadi untuk merebut kembali Tahta Wallachia dari rivalnya Vladislav II.

Pada tahun 1453 setelah Konstantinopel jatuh ke tangan turki Sultan Mehmed II bermaksud memperluas wilayah kekuasaanya dengan menundukan Hunggaria. Tahun 1456 Hunyadi memimpin pasukanya menghadapi pasukan turki di Belgrade, pertempuran ini akhirnya lebih dikenal dengan "Siege of Belgrade", sedangkan pada waktu yg hampir bersamaan Vlad III menyerbu Wallachia dengan pasukan yang dihimpunya selama berada di Transylvania, dalam pertempuran di Belgrade Hunyadi Terbunuh, tetapi sebaliknya Vlad III dalam pertempuranya di Wallachia berhasil membunuh Vladislav II yg merupakan boneka Turki dan merebut kembali Tahta Wallachia.



Vlad III kemudian memulai lagi masa pemerintahanya di Wallachia tahun 1456 sampai dengan 1462, (masih belum jelas kenapa Turki tidak langsung menyikat habis pangeran Wallachia ini) pada masa2 inilah dia mulai memerintah rakyat secara otoriter dengan kekejaman dan kebengisanya, cerita2 tentang kebengisan Dracula ini terkadang memang bisa mambuat tentara musuh mundur sebelum berperang. Ada beberapa cerita yg mengatakan ketika pasukan turki yg berjumlah ribuan hendak menyerbu Wallachia dibuat takut dengan sajian Horror ala Vlad yang menusuk ratusan orang di tiang pancang di sebuah hutan dan desa2 kecil yg merupakan jalan masuk menuju Wallachia, mungkin juga ini merupakan strategi Vlad untuk menyiasati keterbatasan jumlah pasukanya dibandingkan dengan kekuatan turki yg jelas jauh di atasnya.





Masih banyak dan panjang mestinya daftar2 kekejaman dan cerita tentang pangeran Drakul ini, tetapi karena keterbatasan waktu dan sekarang udah gak kerja diwarnet lagi cerita ini harus diakhiri sampai disini...
kalo interest silahkan browsing sendiri di mbah Google, mungkin artikelnya lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan dgn yg ada disini:)


semua gambar diambil dari marsdenarchive.com

September 04, 2006

I miss you guys

Udah nda kerasa hampir 5 bulan ini kerja di tempat baru,rasanya kangen ama temen2 di warnet dan di dunia maya, kangen nulis di blog dan berdebat di forum, berinteraksi dengan macam2 tipe orang yg nggak bisa di lakuin di tempat baru ini.
baru kerja 5 bulan tapi udah ganti temen ampe 6 kali karena gak betah semua,belum lagi temen2 di bagian lain, kalau ditotal bisa ampe 20 orang yg udah resign selama 5 bulan ini, aku sendiri heran bisa betah ampe selama ini, satu2nya orang yg bisa survive, alasan utama mungkin pengen nyerap ilmunya dulu, maklum cuman lulusan smu, untung2 bisa kerja jadi teknisi di isp, mo belajar lewat kuliah juga nda ada duit, satu2nya cara supaya bisa dapet ilmu ya begini ini, berusaha survive sambil belajar dikit2, meski kadang nyebelin itung2 dibayar sambil dapet ilmu gratislah.
kalo dipikir2 lumayan juga yg di dapet selama kerja disini, gaji jauh lebih ramah dibanding yg dulu, tapi diapa2ini kerja yg dulu tetep merupakan surga bagi aku, pengen apa2 bisa bebas terutama nyalurin hobi yg gak jelas, tapi paling gak disini skill udah ada upgrade sedikit, tiap bulan bisa ngasih nyokap dikit n bayar cicilan motor.....hiks jadi kangen ama sepeda pancal yg dulu di pake buat pulang pergi ke warnet, dulu kalo berangkat kerja malem2 nga sempet mandi n mata masih sepet, celana sobek kanan kiri atas bawah plus sendal jepit n kaos oblong yg gak kalah menyedihkanya, belum lagi nenteng tas gokil punya si kus temen aku yg dikira ama nyokap kain pel, bukan dikira sih tapi emang pernah dijadiin gombal di dapur ama ngebersihin kencing keponakan gw, untung nggak lama ketauan ama aku (semoga yg punya tas gak baca, kemarin waktu ketemu udah ditanya, gila bener tuh anak tas kaya gitu masih gak direlain buat gw).
kondisi yg sekarang bener2 beda, hari pertama masuk kerja udah di tegur karena pake sendal (padahal bukan sendal jepit) besoknya kena lagi gara2 pake kaos gak ada kerahnya, terpaksa deh pake sepatu jaman aku smu dulu, kemeja pinjem punya bokap n kakak ipar, padahal selama ini paling anti pake kemeja...eh pada akhirnya juga harus pake juga demi formalitas tai kucing, baru sadar juga kalo selama ini gak punya kemeja selain seragam waktu sekolah, rasanya bener2 sayang banget kalo duit gajian dipake buat beli baju atau sepatu, mendingan dipake buat ke jalan semarang cari buku2 bekas ato dikumpulin buat upgrade memory ama vga, udah gak sabar pengen maenin celestia dengan lancar neh....ahhhhhhhh...ngantuk
besok mesti siap2 ngeliat Surabaya terkutuk di ketinggian 115 m, moga2 aja batal. semoga besok ijinnya ribet lagi n molor sampe sore sambil nunggu si bundar panas ampe bengkak kemerahan

December 13, 2005

Christmas story

Hari terakhir sebelum Natal, saya terburu-buru ke
supermarket untuk membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan
untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, saya mulai mengeluh: "Ini
akan makan waktu lama, sedang masih banyak tempat yang harus
kutuju"."Natal benar2 semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun.
Kuharap saya bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya".
Walau demikian, saya tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di
sana saya mulai mengutuki harga-harga, berpikir, apakah sessudahnya
semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.

Saat sedang mencari-cari, saya melihat seorang anak laki2
berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai
rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Anak itu mendekati
seorang perempuan tua didekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin saya
tidak punya cukup uang ?' Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa
kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang.'
Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih menggenggam
boneka itu di tangannya.

Akhirnya, saya mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa
dia ingin memberikan boneka itu. 'Ini adalah boneka yang paling
disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal
ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya'. Saya
menjawab mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan
supaya ia jangan khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan
sedih 'Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat
dimana adikku berada saat ini. Saya harus memberikan boneka ini
kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama
sampai di sana.' Mata anak laki2 itu begitu sedih ketika mengatakan
ini 'Adikku sudah pergi kepada Tuhan. Papa berkata bahwa mama juga
segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka
ini untuk diberikan kepada adikku.' Jantungku seakan terhenti.

Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Saya minta papa
untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Saya meminta papa
untuk menunggu hingga saya pulang dari supermarket.' Kemudian ia
menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Saya
juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa pada saya. Saya
cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan saya tapi papa berkata
mama harus pergi bersama adikku.'. Kemudian ia memandang dengan
sedih ke boneka itu dengan diam.

Saya meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa
catatan dan berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika kita periksa
lagi, kalau2 uangmu cukup ?' 'Ok' katanya. Kutambahkan uangku pada
uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata cukup
untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: 'Terima Kasih
Tuhan karena memberiku cukup uang'. Kemudian ia memandangku dan
menambahkan : 'Kemarin sebelum tidur saya memohon kepada Tuhan untuk
memastikan bahwa saya memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini
sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan
saya. Saya juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat
mama, tapi saya tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan.
Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih.' 'Kau
tahu, mama saya suka mawar putih'

Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan saya berlalu
dengan kereta saya. Kuselesaikan belanjaan dengan suasana hati yang
sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Saya tidak dapat menghapus
anak itu dari pikiranku. Kemudian saya ingat artikel di koran lokal 2
hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam
kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita
muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika,
dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah
harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan
mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak
laki2 ini ?

Dua hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di
koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Saya tak dapat
menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian
pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu
diperlihatkan kepada orang2 untuk memberikan penghormatan terakhir
sebelum penguburan. Wanita itu di sana, dalam peti matinya,
menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki2
dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu
dengan menangis, merasa hidupku telah berubah karenanya. Saya
merasa, itulah cinta sejati, dimana kita mau memberikan segalanya
bagi orang yang kita cintai dengan tulus, walau orang itu telah tiada.

source: www.acesia.tk

December 09, 2005

Hitachi

Nyoo..sinyo...panggilan seperti ini terasa menggelitik di telinga beberapa hari ini, rasanya terakhir kali aku dipanggil sinyo dulu waktu masih duduk dibangku smp, itupun yg manggil dengan sebutan ini paling-paling cuman beberapa gelintir orang saja, sedikit risih dan terasa asing ada orang yg manggil dengan sebutan seperti itu, kalo dulu masih kecil sih nda masalah, kalo sekarang ada orang yg manggil dengan sebutan ini malah rasanya jadi malu, apalagi kalo lagi sama teman, pasti deh temen aku ngakak kalo ada orang yg panggil sinyo.
kemarin waktu kebagian kerja shift pagi ada beberapa orang yg manggil koko, trus waktu beli nasi goreng orangnya nanya beli apa nyo?, ke toko listrik beli lampu yg ngelayanin juga nanya beli apa nyo?, padahal biasanya kalo kerja malam n makan di warung sebelah yang punya warung manggilnya dengan sebutan "TOLE" tuku opo le?...tuku opo nak?? begitulah yg terdengar di telinga kalo aku makan di warung2 pinggir jalan, dan jujur saja panggilan itu terasa enak didengar di telinga ini di bandingkan dengan NYO, padahal aku ini ngerasa nggak ada pantesnya lho dipangil sinyo, kulit item, rambut ikal, cuman mata doank yg sipit, dulu waktu masih kecil dijuluki HITACHI (hitam tapi china) ama sodara-aku yg masih CINO NOTOK, khan lebih baik hitam terasa manis dari pada putih tapi nggak ada rasa atau puyeh kalo orang jawa bilang...sedikit menghibur dirilah, pdahal aslinya bukan item manis tapi item pait kaya kopi huehehehe...

Aku koq jadi heran, kira2 apa ya yg membuat orang2 itu mangil aku dengan sebutan sinyo, ada temen yg bilang kalo potongan rambut yg cepak ini bikin aku keliatan kaya wong cino,ada juga yg langsung manggil aku dengan sebutan ACONG waktu pertama kali potong rambut, apalagi ditambah dengan berat badan yg makin membengkak akhir2 ini plus suasana mendung surabaya yg menyejukan, mungkin mesti nunggu musim kemarau dulu kale baru orang2 manggil TOLE lagi:)
beberapa saudara yg lama gak ketemu juga kaget waktu ngeliat perubahan ini, gimana nggak kaget kalo dalam waktu nggak sampe setengah tahun nambah sepuluh kilo, lha wong yg punya badan aja juga kaget koq, duh... senangnya ternyata tubuh yg penuh racun ini ternyata masih bisa bertambah sedikit gembul, gak tipis2 amat kaya triplek, entah apa saja yg dimakan selama ini koq bisa sampe 10 kilo lebih, akhirnya badanku bisa bertambah gemuk

ah senangnya:)

November 20, 2005

Everybody change

Satu tahun, waktu yang sekejap itu ternyata bisa merubah seseorang, dulu waktu masih sekolah di smp dan smu sampai kerja aku ini orangnya paling males kalo mesti kumpul2 ama keluarga apalagi sampe tinggal serumah, pokoknya pengen berontak melulu deh, ikut2an sok anti kemapanan padahal gak bisa hidup kalo ngga depelihara ortu, kebanyakan waktu dihabisin maen di luar sama temen2, apalagi semenjak smu dulu aku sempat di beri kebebasan nempati rumah sendirian, bisa dibayangkan bagaimana senang dan bahagianya hati ini, tiap hari ngajak temen nginep di rumah, kalo ngga begadang maen ps dari sore ampe pagi ya pasti keluyuran di mall atau sedikit ngadain party kecil2an dan tentunya bukan party dalam arti banyak makanan, biasalah kelakuan abg, nggak jarang juga aku dan teman2 dulu kalo pagi buru2 nyuci seragam sekolah rame2, gak pake di jemur langsung di hairdryer udah gitu di setrika sampe kering lalu berangkat rame2, terkadang beberapa orang di antara kita ini hanya membawa satu tas sekolah, yg lain bukunya dimasukin jadi satu ama yg bawa tas itu, yg bawa juga gantian, dan kebetulan saat itu tas yg paling besar adalah punyaku karena emang kadang2 tas itu aku pake buat mengusung beberapa sembako dari ortu aku yg tinggal berlainan rumah, jadi ya kadang2 tas itu bisa berisi mie, kentang bahkan kadang juga nasi dan sup yg aku bungkus pake plastik, benar2 pengemis sejati deh dulu pokoknya, bisanya cuman nodong doank ama ortu, kalo dimintai tolong gak pernah mau.

Sungguh kalo dipikir2 dulu itu aku jarang sekali ketemu atau kumpul2 ama anggota keluarga, teman2 bagiku lebih bisa memberikan kebahagiaan di bandingkan orang tua! itulah dulu yg terlintas dipikiranku, seorang ABG yg egois mau menang sendiri, kalo udah dapet uang langsung ngeloyor pergi gak balik tanpa pamit, kalo udah kelaparan baru deh ngerayu2 ama ortu ama 3 orang kakak perempuanku minta aliran dana, kalo udah dapet lagi ya udah ngeloyor lagi, satu dua minggu baru deh nodonk lagi.

Apa yang terjadi sekarang ini bener2 jauh berbeda, apalagi setelah ponakan ke 3 baru lahir beberapa bulan ini, kalo dulu biasanya maen game ampe belasan jam sekarang malah kadang2 1 hari cuman beberapa menit aja, sisanya dihabisin buat maen ama adek2 kecil yg imut n lucu, apalagi nggak semua dari mereka yg bisa tiap hari nginep di rumah, jadi kalo satu diantara mereka datang langsung deh gw gendong, gulet n cubit2 pipinya, malah kadang gw gigit saking gemesnya, rasa sayang terhadap bocah2 cilik ini ternyata secara nggak langsung juga mempengaruhi sikap dan anggapanku terhadap ortu dan sodara2 yg lainya juga, entah kenapa tiba2 keakraban, rasa perhatian dan sayang itu tiba2 bisa muncul di permukaan, apalagi kalo lagi ngeliat kakak perempuan aku berebut ama suaminya maen game di komputer aku, kadang sampe ada yg cemberut soalnya komputer dimonopoli ama kaum cowo hehehe sunguh suasana yg menyenangkan.

Kemaren waktu lebaran aku juga sempet disuruh nemenin emak aku kerumah saudara2 nya, biarpun nggak ikutan tetapi ikut2an ngeramein aja, rasanya seneng bisa ketemu ama sodara2 seumuran, kumpul2 ama saling berbagi cerita, sungguh sayang sekali hal seperti ini gak dari dulu terjadi, coba kalo dulu, kalau ada anggota keluarga yang berkunjung kerumah pasti deh kalo nggak diem di kamar ya langsung ngeloyor pergi maen ama temen.

Satu lagi yg bisa membuat hati ini sedikit bahagia adalah mulai tumbuhnya rasa kesadaran diri, sadar kalo selama ini menumpang berteduh di rumah mereka, dan syukur juga bisa memberikan sedikit sumbangan walaupun sedikit dan nggak berarti buat mereka, tapi paling tidak sudah ada kesadaran lah dalam diri ini, yg lebih mengharukan lagi adalah adek atau ponakan2 kecil ini kadang2 nga mau kalo aku kasih uang jajan, katanya buat aku saja, tapi tetep aja aku paksa karena aku emang lagi bener2 pengen ngasih dia, apalagi waktu dia bilang terima kasih, bener2 kalimat yg jarang terdengar dari mulutnya, apalagi di tujukan padaku lha wong biasanya berantem kaya anjing ama kucing koq, entah kenapa kadang2 dari hati kecil ini pengen banget bisa memberi atau berbuat sesuatu kecil2an untuk membahagiakan mereka ini termasuk ortu, bahkan dengan memikirkan rasa keinginan ini saja bisa membuat hati ini senang, padahal baru kepikiran lho, apalagi kalo bisa keturutan, pasti rasanya bukan kepalang bahagianya!

Sungguh....manusia memang berubah!

November 14, 2005

Kasian kamu nak

Beberapa hari ini aku berangkat kerja lebih banyak naek sepeda pancal dibandingkan naek motorku, lumayan sih jaraknya, sekitar 3 kilo mungkin, pulang pergi jadi 6 kilo, lumayan lah sekalian olahraga, tapi alasan yg paling utama adalah gara2 satu liter jadi 4500, amat disayangkan sekali kalo tiap 1 atau 2 hari ngeluarin uang segitu, sehari dua hari sih gak kerasa, tapi kalo dihitung satu bulan khan ya lumayan toh, kemaren kebetulan bangun agak telat jadi terpaksa deh pake motor lagi sementara, apalagi gerimisnya lumayan kenceng sih, jadi ya mau gak mau besok mesti ngisi bensin di pom, waktu berangkat dapet setengah perjalanan tiba2 ada sesuatu yg amat sangat tidak diharapkan, motor jalanya agak batuk2, alamat neh bensinya habis, mana jam 1 malem ngga ada kios buka lagi, ditambah lagi jalanan yg becek kena gerimis, bener2 nyebelin lah pokoknya sampe2 gw berharap tuhan ada n ngasih mukjizat.
dan ternyata sodara2 tuhan bener2 bisa melihat hambanya ini dari kejauhan ndorong sepedanya di tengah hujan, percaya tidak percaya terserah anda!
tiba2 saja dari depan pertigaan ada motor bebek butut menghampiri, orangnya dengan ramah dan sopan menanyakan kenapa motorku, aku bilang kehabisan bensin, dan sebentar saja orang itu kelihatan mencari2 akal supaya motorku bisa jalan, dia bilang kalo jam segini gak bakalan ada kios bensin buka, dengan ramahnya dia menawarkan kalo dia bersedia mendorong motorku ke kios terdekat punya temenya, mungkin jaraknya kira2 sekitar setengah kilo atau lebih lah, dapet tawaran seperti ini siapa sih yg nolak, jujur dalam hati aku bersyukur ternyata di jaman sekarang ini masih ada orang2 baik seperti ini, siapa sih yang rela berhujan2 ria tengah malem nolongin orang narik motor mogoknya, sempet terharu juga sih sampe2 pengen nangis<-----kalo yg ini terlalu hiperbola.
Akhirnya berangkatlah aku ke kios terdekat yg katanya punya temenya itu, waktu sampe aku ngeliat kalo dia bawa kunci sendiri buat buka kios itu n ngeluarin beberapa botol bensin, sempet bertanya2 juga sih koq seenaknya dia bisa buka kios orang lain, mungkin juga itu kiosnya pikirku.
abis itu dia nanya aku butuh berapa liter, aku bilang cukup satu liter saja karena eku emang gak mau kalo motorku diisi bensin kios terlalu banyak, waktu aku mo ngeluarin dompet dan mo ngasih lembaran sepuluh ribuan yg ada ditanganku itu tiba2 dia senyum sama aku, dan dengan ramah dan sopannya dia bilang "Dua Puluh Ribu rupiah mas, sudah malam soalnya"...
wooowww pikirku dalam hati
untung aku bawa uang lebih, sungguh sangat beruntung karena biasanya aku berangkat kerja paling2 bawa duit goceng doank.
"terima kasih ya pak"

Sungguh hati ini benar2 kecewa, bukan karena bensinya yg mahal sih, toh sepantasnya dia nentuin harga segitu karena dia emang bantuin dorong mator aku, udah tengah malem hujan pula, yg bikin hati ini gelo adalah dari semula aku beranggapan orang ini bakalan membantu secara ikhlas dan suka rela, yg membuat diri ini kecewa adalah terlalu terburu2 menilai orang dari penampilan dan tuturkatanya dan menganggap orang seperti dia ini orang2 berhati baik yg amat sangat langka di jaman seperti sekarang ini.
Dan memang dugaanku benar orang2 seperti yg kumaksud diatas memang amat sangat langka, lebih parah lagi ini kejadian kedua yang menimpa diriku, tapi dulu yg pertama harga bensin masih 2400 dan aku di tarik goceng untuk satu liter, lha gak taunya sekarang ini kena empat kali lipat dari harga SPBU