"What we need is not the will to believe but the will to find out."

September 25, 2005

Terlalu kamu nak

Tadi sore waktu pulang dari toko buku uranus pas di perempatan jalan yg kebetulan sedang lampu merah aku ngeliat 3 anak kecil yg berlari2 kecil nyebrang dari warung sebrang jalan sambil masing2 menenteng plastik kecil berisi es, pakaianya lusuh dan kotor, kakinya telanjang, raut mukanya terlihat kecapean, mungkin seharian ngamen terbakar sinar matahari pikirku, salah satu diantara mereka mendekatiku dengan tergesa2 sambil nanya "mas boleh gak saya numpang sampai pom bensin di depan" aku terdiam sejenak sambil memandanginya, mulutnya terlihat mengunyah sesuatu, ditanganya ada sedikit sisa ikan asin yg hampir tinggal kepalanya saja di lilit oleh jari2 kecilnya, sempet kaget juga karena selama ini gak pernah ada anak kecil di perempatan yg negor aku seperti itu, kalo minta duit sih banyak dan gak jarang juga aku kasih mereka, gak tau kenapa koq tiba2 saja mulut ini keceplosan mengeluarkan kata2 "wah aku di persimpangan depan belok, gak sampe di pom bensin" anak itu langsung melengos menjauh tanpa berkata apa2, sibuk mencari tumpangan lain, dari depan aku lihat dua orang temanya kelihatan seneng udah dapet tumpangan sementara anak kecil yg tadi terus berjalan kebelakang menanyai satu persatu pengemudi yg bersedia memberi tumpangan...lampu ijo udah nyala, aku langsung tancep gas, di depan aku ngeliat dua anak kecil tadi diturunin oleh pengendara yg ngasih tumpangan ke mereka tadi, jaraknya mungkin hanya sekitar satu kilo, kasian anak yg satunya lagi tadi, mungkin dia nunggu tumpangan lain, aku jadi nyesel selama dalam perjalanan pulang, apa salahnya sih ngasih anak kecil itu tumpangan, toh juga gak rugi apa2, sampai tulisan ini diketik pikiran ini masih saja bertanya2 dan heran betapa keterlaluanya diriku ini, wajah2 kecil nan melas itu masih teringat, apalagi jari2 kecil yg memegang secuil ikan asin dan sebungkus kecil air es itu, sungguh benar2 keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan.
apa karena mereka kotor ya aku gak mau?, apa karena mereka bau?, apa karena mereka tidak pakai alas kaki?.....gak tau deh ada apa dengan diri ini.
ah sudah lah.. toh tuhan juga sudah memberi pelajaran pada orang yg pelit ini, malam tadi jam duabelas malam dia dipaksa jalan kaki hampir setengah jalan ketempat kerjanya karena kehabisan bensin sementara si kecil yg memohon kepadanya tadi mungkin sudah tidur terlelap, yg pasti orang tamak ini tadi berjalan lebih jauh dibandingin jarak trafic light ama spbu yg dia lewati tadi....mampus loe monyet pelit!!!, emang enak jalan malem2 sendirian sambil nuntun sepeda, kasihan kamu nak

2 Comments:

  • This comment has been removed by a blog administrator.

    By Anonymous Anonymous, at 12:05 PM  

  • Your Blog. It's nice . When you get time, check out my site at quit your job

    By Anonymous Anonymous, at 12:07 PM  

Post a Comment

<< Home