The Real Dracul
Tulisan ini dulu dibuat waktu masih kerja nyantai di warnet tapi gak sempat di posting gara2 hd jebol, untung bisa disembuhin lagi, dari pada dibiarin lebih baik diposting sekaligus belajar menulis alur sejarah (gw sadar koq kronologisnya acak2an:D) sourcenya juga udah lupa semua, yg jelas ini hasil terjemahan sana-sini yg dirangkum. Tulisan ini cuman sekedar iseng aja sekaligus informasi kalo pangeran yg namanya drakula itu bener2 ada dan sama sekali nggak seperti yang disangka orang selama ini kalo Drakula itu minum darah dan awet muda seperti novelnya pak Bram..

Drakula/Vlad III dilahirkan sekitar bulan desember tahun 1431 di walachia, dia diberi nama Vlad (sama seperti nama ayahnya). dia mempunyai dua saudara lelaki, yg tertua bernama Mircea dan yang bungsu bernama Radu.
Drakula sendiri sebenarnya dilahirkan di Transylvania, orang turki menyebutnya dengan sebutan Kaziglu Bey, sedangkan walachia sendiri didirikan sekitar tahun 1290 oleh seorang transylvania bernama Radu Negru atau lebih dikenal dengan sebutan Basarab the Great (1310-1352), orang ini merupakan nenek moyang Drakula.
Pangeran Mircea yg dikenal dengan Mircea The Old merupakan kakek dari Drakula, memerintah Wallachia pada periode 1386-1418 tetapi pada waktu itu masih di bawah kekuasaan kerajaan Ottoman Turki, di wallachia pada saat itu terjadi perebutan kekuasaan antara 2 kubu yaitu keturunan Mircea dan pangeran Dan II, keturunan pangeran "Dan" selanjutnya di sebut Danesti
Mircea the Old mempunyai anak yg bernama Vlad II/Vlad Dracul (ini ayahnya Dracula) yg dilahirkan pada tahun 1390, dia dibesarkan oleh raja Sigismund dari Hunggaria.
Sigismund yg menjadi kaisar roma pada tahun 1410 ini mendirikan sebuah perkumpulan persaudaraan yg diberi nama "Order Of The Dragon" untuk melindungi katholik dan berperang melawan turki, Vlad termasuk dalam anggota ini dan putranya kelak Vlad III di kenal dengan sebutan Dracula, yg berarti "son of the dragon" di samping itu Dracul dalam bahasa rumania juga bisa diartikan sebagai iblis sehingga musuh2nya menyebutnya "son of the devil."

Sigismund akhirnya mengangkat Vlad sebagai gubernur transylvania, dia memegang jabatan dalam periode 1431-1435. Pada saat itu dia tinggal di Sighisoara.
Ayah Drakula sendiri sebenarnya tidak bermaksud untuk selamanya menjadi gubernur Transylvania, selama di Transylvania ini dia menghimpun kekuatan untuk merebut tahta Wallachia yang diduduki oleh Pangeran danesti yang bernama Alexandru I. Pada akhir tahun 1436 akhirnya Vlad berhasil membunuh pangeran Alexandru I, meninggalkan jabatanya sebagai Gubernur Transylvania yang diberikan oleh hunggaria dan menduduki tahta Wallachia dengan nama pangeran Vlad II.
Pada saat itu Vlad masih jadi pengikut Hunggaria tetapi sekaligus harus membayar upeti kepada Turki yang tak lain adalah musuh Hunggaria. Pada tahun 1442 Turki melancarkan invasi terhadap Transylvania, melihat hal ini vlad menghadapi dilema dan akhirnya mencoba untuk bersikap netral tidak berpihak pada Hunggaria maupun Turki, tetapi apa yg kemudian terjadi benar-benar tidak menguntungkan dirinya, pihak Hunggaria menuduhnya berkhianat dan mengusir dia berserta keluarganya keluar dari Wallachia. Seorang jendral dari hunggaria yg bernama Janos Hunyadi akhirnya menempatkan salah satu keturunan Danesti menjadi pangeran Walachia dengan nama Basarab II untuk menggantikan Vlad II.
Pada sat itulah Vlad II meminta bantuan pada sultan turki untuk merebut kembali tahta kerajaan Wallachia dari tangan Basarab. Tahun 1444 dia mengirimkan kedua putranya yaitu Dracula dan adiknya Radu ke turki untuk membuktikan loyalitasnya, saat itu Drakula muda masih berumur 13 tahun dan dia menghabiskan waktunya selama empat tahun ke depan di Adrianople Turki sebagai tawanan
Tahun 1444 Hunggaria dan Polandia berperang melawan Turki dan Vlad diminta untuk bergabung dengan pasukan perang suci.Sebagai seorang anggota Member of The Dragon Vlad merasa terpanggil oleh tugas ini tetapi di lain pihak dia juga tidak ingin membuat turki marah. Akhirnya dia mengirim putra pertamanya Mircea untuk menggantikan tempatnya dan akhirnya pasukan salib ini berhasil di hancurkan oleh tentara Turki, Pertempuran ini lebih dikenal dengan sebutan "Battle of Varna" pasukan Hunggaria dan Polandia di bawah Pimpinan Janos Hunyadi dan Wladislaus III of Poland serta beberapa negara Eropa lainya yang berjumlah 30.000 tentara pasukan berhasil dikalahkan Pasukan Turki dengan kekuatan 120.000 tentara di bawah pimpinan Sultan Murad II
Tahun 1447 Vlad dan Mircea Terbunuh, ada dugaan kuat bahwa Janos Hunyadi lah yang Merencanakan pembunuhan ini. Terbunuhnya Vlad dan Mircea serta keberadaan Drakula dan Radu di Turki membuat Hunyadi leluasa mengatur kekuasaan di Wallachia, dia kembali mengangkat keturunan Danesti Vladislav II untuk menduduki tahta Wallachia. Melihat hal ini pihak turki merasa kurang senang, mereka tidak suka melihat boneka Hunggaria menguasai Wallachia, akhirnya pada tahun 1448 pihak Turki mendukung Drakula/Vlad III, mereka mengirim drakula dan memberinya armada perang untuk merebut kembali Wallachia, pada saat itu dia masih berumur 17 tahun sedangkan adiknya Radu memilih untuk tetap tinggal di Turki.
Dengan Bantuan bala tentara Turki akhirnya Vlad III Drakula berhasil merebut tahta Wallachia. Tetapi sayangnya dia hanya bisa mempertahankan singgasananya itu hanya selama dua bulan sebelum akhirnya Janos Hunyadi merebut kembali tahta Wallachia dan mengangkat kembali Vladislav II sebagai Pangeran Wallachia, setelah itu Hunyadi mengasingkan Vlad III ke Moldavia.
Tiga tahun kemudian setelah kematian Pangeran Bogdan dari Moldavia Vlad III melarikan diri dari Moldavia menuju Transylvania, pada tahun2 ini pepatah yg mengatakan tidak ada musuh dan kawan yg abadi dalam politik benar2 terlihat jelas di sini. Saat itu secara tak terduga Vladislav II dari Wallachia memihak kepada turki, Hal ini membuat Janos Hunyadi marah besar karena merasa dikhianati oleh Vladislav II.
Hunyadi kemudian berbalik lagi mendukung Vlad III yg merupakan anak dari musuh besarnya Vlad Dracul, dia akhirnya membantu Vlad III yang berencana merebut tahta Wallachia dengan armada perangnya. Setelah pelarianya dari Moldavia Vlad III akhirnya menetap dan menjalankan tugas sebagai Gubernur Transylvania yang sebelumnya di jabat oleh ayahnya, disini dia menunggu saat yang tepat di bawah perlindungan Janos Hunyadi untuk merebut kembali Tahta Wallachia dari rivalnya Vladislav II.
Pada tahun 1453 setelah Konstantinopel jatuh ke tangan turki Sultan Mehmed II bermaksud memperluas wilayah kekuasaanya dengan menundukan Hunggaria. Tahun 1456 Hunyadi memimpin pasukanya menghadapi pasukan turki di Belgrade, pertempuran ini akhirnya lebih dikenal dengan "Siege of Belgrade", sedangkan pada waktu yg hampir bersamaan Vlad III menyerbu Wallachia dengan pasukan yang dihimpunya selama berada di Transylvania, dalam pertempuran di Belgrade Hunyadi Terbunuh, tetapi sebaliknya Vlad III dalam pertempuranya di Wallachia berhasil membunuh Vladislav II yg merupakan boneka Turki dan merebut kembali Tahta Wallachia.

Vlad III kemudian memulai lagi masa pemerintahanya di Wallachia tahun 1456 sampai dengan 1462, (masih belum jelas kenapa Turki tidak langsung menyikat habis pangeran Wallachia ini) pada masa2 inilah dia mulai memerintah rakyat secara otoriter dengan kekejaman dan kebengisanya, cerita2 tentang kebengisan Dracula ini terkadang memang bisa mambuat tentara musuh mundur sebelum berperang. Ada beberapa cerita yg mengatakan ketika pasukan turki yg berjumlah ribuan hendak menyerbu Wallachia dibuat takut dengan sajian Horror ala Vlad yang menusuk ratusan orang di tiang pancang di sebuah hutan dan desa2 kecil yg merupakan jalan masuk menuju Wallachia, mungkin juga ini merupakan strategi Vlad untuk menyiasati keterbatasan jumlah pasukanya dibandingkan dengan kekuatan turki yg jelas jauh di atasnya.


Masih banyak dan panjang mestinya daftar2 kekejaman dan cerita tentang pangeran Drakul ini, tetapi karena keterbatasan waktu dan sekarang udah gak kerja diwarnet lagi cerita ini harus diakhiri sampai disini...
kalo interest silahkan browsing sendiri di mbah Google, mungkin artikelnya lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan dgn yg ada disini:)
semua gambar diambil dari marsdenarchive.com
Drakula/Vlad III dilahirkan sekitar bulan desember tahun 1431 di walachia, dia diberi nama Vlad (sama seperti nama ayahnya). dia mempunyai dua saudara lelaki, yg tertua bernama Mircea dan yang bungsu bernama Radu.
Drakula sendiri sebenarnya dilahirkan di Transylvania, orang turki menyebutnya dengan sebutan Kaziglu Bey, sedangkan walachia sendiri didirikan sekitar tahun 1290 oleh seorang transylvania bernama Radu Negru atau lebih dikenal dengan sebutan Basarab the Great (1310-1352), orang ini merupakan nenek moyang Drakula.
Pangeran Mircea yg dikenal dengan Mircea The Old merupakan kakek dari Drakula, memerintah Wallachia pada periode 1386-1418 tetapi pada waktu itu masih di bawah kekuasaan kerajaan Ottoman Turki, di wallachia pada saat itu terjadi perebutan kekuasaan antara 2 kubu yaitu keturunan Mircea dan pangeran Dan II, keturunan pangeran "Dan" selanjutnya di sebut Danesti
Mircea the Old mempunyai anak yg bernama Vlad II/Vlad Dracul (ini ayahnya Dracula) yg dilahirkan pada tahun 1390, dia dibesarkan oleh raja Sigismund dari Hunggaria.
Sigismund yg menjadi kaisar roma pada tahun 1410 ini mendirikan sebuah perkumpulan persaudaraan yg diberi nama "Order Of The Dragon" untuk melindungi katholik dan berperang melawan turki, Vlad termasuk dalam anggota ini dan putranya kelak Vlad III di kenal dengan sebutan Dracula, yg berarti "son of the dragon" di samping itu Dracul dalam bahasa rumania juga bisa diartikan sebagai iblis sehingga musuh2nya menyebutnya "son of the devil."
Sigismund akhirnya mengangkat Vlad sebagai gubernur transylvania, dia memegang jabatan dalam periode 1431-1435. Pada saat itu dia tinggal di Sighisoara.
Ayah Drakula sendiri sebenarnya tidak bermaksud untuk selamanya menjadi gubernur Transylvania, selama di Transylvania ini dia menghimpun kekuatan untuk merebut tahta Wallachia yang diduduki oleh Pangeran danesti yang bernama Alexandru I. Pada akhir tahun 1436 akhirnya Vlad berhasil membunuh pangeran Alexandru I, meninggalkan jabatanya sebagai Gubernur Transylvania yang diberikan oleh hunggaria dan menduduki tahta Wallachia dengan nama pangeran Vlad II.
Pada saat itu Vlad masih jadi pengikut Hunggaria tetapi sekaligus harus membayar upeti kepada Turki yang tak lain adalah musuh Hunggaria. Pada tahun 1442 Turki melancarkan invasi terhadap Transylvania, melihat hal ini vlad menghadapi dilema dan akhirnya mencoba untuk bersikap netral tidak berpihak pada Hunggaria maupun Turki, tetapi apa yg kemudian terjadi benar-benar tidak menguntungkan dirinya, pihak Hunggaria menuduhnya berkhianat dan mengusir dia berserta keluarganya keluar dari Wallachia. Seorang jendral dari hunggaria yg bernama Janos Hunyadi akhirnya menempatkan salah satu keturunan Danesti menjadi pangeran Walachia dengan nama Basarab II untuk menggantikan Vlad II.
Pada sat itulah Vlad II meminta bantuan pada sultan turki untuk merebut kembali tahta kerajaan Wallachia dari tangan Basarab. Tahun 1444 dia mengirimkan kedua putranya yaitu Dracula dan adiknya Radu ke turki untuk membuktikan loyalitasnya, saat itu Drakula muda masih berumur 13 tahun dan dia menghabiskan waktunya selama empat tahun ke depan di Adrianople Turki sebagai tawanan
Tahun 1444 Hunggaria dan Polandia berperang melawan Turki dan Vlad diminta untuk bergabung dengan pasukan perang suci.Sebagai seorang anggota Member of The Dragon Vlad merasa terpanggil oleh tugas ini tetapi di lain pihak dia juga tidak ingin membuat turki marah. Akhirnya dia mengirim putra pertamanya Mircea untuk menggantikan tempatnya dan akhirnya pasukan salib ini berhasil di hancurkan oleh tentara Turki, Pertempuran ini lebih dikenal dengan sebutan "Battle of Varna" pasukan Hunggaria dan Polandia di bawah Pimpinan Janos Hunyadi dan Wladislaus III of Poland serta beberapa negara Eropa lainya yang berjumlah 30.000 tentara pasukan berhasil dikalahkan Pasukan Turki dengan kekuatan 120.000 tentara di bawah pimpinan Sultan Murad II
Tahun 1447 Vlad dan Mircea Terbunuh, ada dugaan kuat bahwa Janos Hunyadi lah yang Merencanakan pembunuhan ini. Terbunuhnya Vlad dan Mircea serta keberadaan Drakula dan Radu di Turki membuat Hunyadi leluasa mengatur kekuasaan di Wallachia, dia kembali mengangkat keturunan Danesti Vladislav II untuk menduduki tahta Wallachia. Melihat hal ini pihak turki merasa kurang senang, mereka tidak suka melihat boneka Hunggaria menguasai Wallachia, akhirnya pada tahun 1448 pihak Turki mendukung Drakula/Vlad III, mereka mengirim drakula dan memberinya armada perang untuk merebut kembali Wallachia, pada saat itu dia masih berumur 17 tahun sedangkan adiknya Radu memilih untuk tetap tinggal di Turki.
Dengan Bantuan bala tentara Turki akhirnya Vlad III Drakula berhasil merebut tahta Wallachia. Tetapi sayangnya dia hanya bisa mempertahankan singgasananya itu hanya selama dua bulan sebelum akhirnya Janos Hunyadi merebut kembali tahta Wallachia dan mengangkat kembali Vladislav II sebagai Pangeran Wallachia, setelah itu Hunyadi mengasingkan Vlad III ke Moldavia.
Tiga tahun kemudian setelah kematian Pangeran Bogdan dari Moldavia Vlad III melarikan diri dari Moldavia menuju Transylvania, pada tahun2 ini pepatah yg mengatakan tidak ada musuh dan kawan yg abadi dalam politik benar2 terlihat jelas di sini. Saat itu secara tak terduga Vladislav II dari Wallachia memihak kepada turki, Hal ini membuat Janos Hunyadi marah besar karena merasa dikhianati oleh Vladislav II.
Hunyadi kemudian berbalik lagi mendukung Vlad III yg merupakan anak dari musuh besarnya Vlad Dracul, dia akhirnya membantu Vlad III yang berencana merebut tahta Wallachia dengan armada perangnya. Setelah pelarianya dari Moldavia Vlad III akhirnya menetap dan menjalankan tugas sebagai Gubernur Transylvania yang sebelumnya di jabat oleh ayahnya, disini dia menunggu saat yang tepat di bawah perlindungan Janos Hunyadi untuk merebut kembali Tahta Wallachia dari rivalnya Vladislav II.
Pada tahun 1453 setelah Konstantinopel jatuh ke tangan turki Sultan Mehmed II bermaksud memperluas wilayah kekuasaanya dengan menundukan Hunggaria. Tahun 1456 Hunyadi memimpin pasukanya menghadapi pasukan turki di Belgrade, pertempuran ini akhirnya lebih dikenal dengan "Siege of Belgrade", sedangkan pada waktu yg hampir bersamaan Vlad III menyerbu Wallachia dengan pasukan yang dihimpunya selama berada di Transylvania, dalam pertempuran di Belgrade Hunyadi Terbunuh, tetapi sebaliknya Vlad III dalam pertempuranya di Wallachia berhasil membunuh Vladislav II yg merupakan boneka Turki dan merebut kembali Tahta Wallachia.
Vlad III kemudian memulai lagi masa pemerintahanya di Wallachia tahun 1456 sampai dengan 1462, (masih belum jelas kenapa Turki tidak langsung menyikat habis pangeran Wallachia ini) pada masa2 inilah dia mulai memerintah rakyat secara otoriter dengan kekejaman dan kebengisanya, cerita2 tentang kebengisan Dracula ini terkadang memang bisa mambuat tentara musuh mundur sebelum berperang. Ada beberapa cerita yg mengatakan ketika pasukan turki yg berjumlah ribuan hendak menyerbu Wallachia dibuat takut dengan sajian Horror ala Vlad yang menusuk ratusan orang di tiang pancang di sebuah hutan dan desa2 kecil yg merupakan jalan masuk menuju Wallachia, mungkin juga ini merupakan strategi Vlad untuk menyiasati keterbatasan jumlah pasukanya dibandingkan dengan kekuatan turki yg jelas jauh di atasnya.
Masih banyak dan panjang mestinya daftar2 kekejaman dan cerita tentang pangeran Drakul ini, tetapi karena keterbatasan waktu dan sekarang udah gak kerja diwarnet lagi cerita ini harus diakhiri sampai disini...
kalo interest silahkan browsing sendiri di mbah Google, mungkin artikelnya lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan dgn yg ada disini:)
semua gambar diambil dari marsdenarchive.com

0 Comments:
Post a Comment
<< Home